Ramalan Stasiun Klimatologi Mlati rupanya benar, hingga malam hari Kota Jogja dan sekitarnya akan diguyur hujan ringan hingga tengah malam. Meski begitu, di sudut pertokoan Simpang Rejowinangun telah berkumpul 9 kawan Garuk Sampah yang bersedia giat ke-258. Beberapa diantaranya ada yang datang mengendarai motor, sisanya tetap konsisten bersepeda.

Simpang Rejowinangun merupakan salah satu titik terluar di wilayah Kota Jogja. Simpang ini strategis menghubungkan kawasan wisata Gembira Loka, jalan utama menuju Kotagede, dan akses dari/ke Gunungkidul. Saking strategisnya lokasi ini, banyak pemasang iklan memasang reklame baliho mereka—entah mana yang ilegal. "Menurut perda, setiap sudut persimpangan hanya boleh dipasang satu baliho saja," terang Kopyordinator, Bekti Maulana. Akan tetapi di sudut timur laut saja sudah ada 11 baliho.

Jajaran reklame baliho di Simpang Rejowinangun


"Menurut perda, setiap sudut persimpangan hanya boleh dipasang satu baliho saja," terang Kopyordinator, Bekti Maulana.

Tidak banyak penyampah iklan yang menggunakan spanduk round tag. Batara, klinik alternatif yang konon terletak di pinggiran Kota Jogja, lagi-lagi memasang promosi usaha mereka di tiang listrik. Hari demi hari spanduk mereka dipasang tinggi. Ada pula satu spanduk promosi usaha kuliner.

Batara dan iklan promosi kuliner dari arah timur


Hujan masih terus mengguyur ketika Kopyordinator mempersiapkan relawan. Pukul 20:30 WIB, sudah ada 22 relawan berkumpul. Di depan pertokoan, Bekti berusaha membuat para kawan dan relawan Garuk Sampah saling melebur. "Biar anget," ujarnya terkekeh.

Sepemantauan Bekti dan Masmin, Simpang Rejowinangun cenderung bersih dari sampah yang berserakan. Meski begitu, sampah-sampah ini biasanya terbawa air hujan memasuki saluran drainase yang terletak tepat di bawah jalur pedestrian. "Hati-hati kalau menyeberang. Di trotoar sebelah sana (menunjuk ke arah timur) trotoarnya berlubang dan belum diperbaiki," Bekti mengingatkan.

Kawan dan relawan Garuk Sampah bergegas membersihkan sisi timur laut

Tak hanya sampah yang berserakan, relawan juga membersihkan sampah yang menyumbat aliran selokan

Bekti membelah rerumputan guna mencari sampah

Relawan merubuhkan bingkai baliho dari bambu

Batara adalah klinik alternatif yang paling bandel menyampah iklan, setelah Universitas Gadjah Mada

Relawan saling berbagi tugas dalam proses pembersihan

Giat ke-258 pun dimulai dengan yel-yel khas Garuk Sampah.

"Jogja Bersih?! Wujudkan!"

Kali ini relawan tidak dibagi dalam beberapa kelompok. Semuanya bergerak bersama-sama. Karena sasaran pembersihan sudah dibidik, relawan bergegas menyeberang jalan, membersihkan tali-tali pengikat spanduk bentang yang menumpuk tebal di tiang listrik. Hanya ada satu spanduk round tag yang dipasang dengan menancapkan bambu ke sempadan kali. Tali-tali pengikat biasanya diputus menggunakan kapak. Berhubung Kopyordinator lupa, pemotongan menggunakan tang. Selain baliho pancang besi, ada pula bingkai baliho dari bambu dipasang di timur laut. Bingkai baliho ini segera dirubuhkan.

Selesai dengan sisi timur laut, relawan membersihkan arah selatan. Arah selatan relatif bersih dan hanya ada spanduk Batara terpasang di tiang listrik. Spanduk ini terletak di atas atap bangunan warga. Segera kawan Garuk Sampah berpostur tinggi itu memanjat tiang APILL. Beruntung, tubuhnya yang ramping membuatnya gesit untuk melepas spanduk yang terikat kawat kuat.

Relawan rela memanjat tiang, asal tidak teraliri listrik

Bergotong-royong melepas spanduk round tag yang terpasang tinggi

Kopyordinator adalah ahlinya panjat-memanjat

Usai giat, melebur supaya hangat

Di sisi barat Jln. Rejowinangun, ada dua spanduk round tag terpasang. Segera kawan-kawan melepas dengan memanjat pagar bangunan dan berdiri di atas sangkar etalase bensin eceran. Di sisi lain Kopyordinator dengan sigap memanjat tiang listrik tepat di depan lampu APILL. Permukaan tiang yang berkarat memudahkannya untuk menggapai titik tertinggi tiang.

Giat selesai jauh lebih cepat karena sudah ada assesment dari Masmin dan Kopyordinator terlebih dahulu. Pukul 21:30, semua relawan berkumpul, saling berkenalan, srawung, serta bertukar pikiran dengan topik masing-masing. Sebanyak 8 spanduk round tag dan 1 spanduk bentang diamankan. Satu karung sampah padat dibuang ke pick-up point Baciro. Donasi terkumpul sebesar Rp. 52.000,-