Hampir setiap persimpangan jalan arteri di Kota Jogja dilengkapi dengan sarana-prasarana medium iklan. Biasanya bentuknya adalah rangka besi setinggi 5-8 meter yang bisa diikatkan tali pada sisi kiri-kanannya. Medium ini adalah ruang iklan yang legal. Meski sudah tersedia di sejumlah titik persimpangan Kota Jogja, tidak banyak yang patuh memasang iklan di sini. Sekalipun ada, pemasangannya asal-asalan. Mulai dari saling sikut dengan iklan lain, atau terpasang miring/terlipat.

Seperti yang terlihat di Perempatan Wirobrajan. Simpang ini merupakan area lalu lintas utama menuju dan dari Wates, Kulon Progo. Memasang iklan di sini tentu strategis sehingga mendorong banyak pengiklan memasang spanduk mereka di medium yang telah disiapkan Pemkot Jogja. Sayangnya pemasangan asal-asalan, beberapa iklan pun ada yang sudah kadaluarsa.

Nanti kita cerita tentang berantakannya kota yang diromantisasi ini

Tanpa pikir panjang, para relawan segera berbagi tugas, seorang relawan langsung memanjat medium iklan

Satu per satu spanduk digaruk, apapun kontennya

***

Pukul 20:30, ada 7 relawan yang sudah siaga di area titik kumpul. Segera Mas Kopyor menginstruksikan relawan untuk fokus pada pembersihan medium iklan. Satu per satu memposisikan diri. Ada yang menaiki tiang, biasanya peran ini diambil Mas Kopyor dan relawan yang andal panjat-memanjat. Relawan dengan pisau memisahkan rangka bambu dari spanduk, dan sisanya bagian lipat-melipat. Pembagian ini terjadi secara mekanik tanpa perintah begitu saja.

Para relawan melepas rangka bambu dari spanduk

Bahu-membahu melipat spanduk

Relawan mencoba mengambil spanduk yang jatuh terselip

Spanduk saling sikut dengan pemasangan saling bertumpuk


Selama giat berlangsung, aksi kami menjadi perhatian para pengendara. Terutama dari arah utara, para pengendara berhenti lalu mengamati cara kerja kami, ada juga yang mengambil foto. Satu per satu dari dua belas spanduk diturunkan. Spanduk yang terpasang pada tiang rambu-rambu juga digaruk. Mayoritas konten spanduk berisi iklan promosi produk.

Di tengah pembersihan, relawan yang lain menyusul. Beberapa diantaranya dari komunitas sepeda lingkungan Keraton. Ada pula relawan yang hanya datang untuk mendonasikan rompi proyek oranye supaya ketika giat berlangsung di pinggir jalan raya, para pengendara memelankan kendaraan mereka begitu melihat refleksi cahaya.

Tak hanya spanduk, beberapa tali ikut dibersihkan, namun sebisanya

Aksi para relawan menarik perhatian para pengendara

Tumpukan spanduk, total ada 12 yang digaruk

Kondisi medium iklan di Perempatan Wirobrajan pasca dibersihkan

Donasi rompi oranye diterima oleh Kopyordinator Garuk Sampah


Di akhir kegiatan, ada 19 relawan yang berpartisipasi pada giat ke-273 kali ini. Giat selesai pukul 22:20 WIB.