Giat Rutin Garuk Sampah ke-248 dilaksanakan di Simpang Lowanu. Meski dilaksanakan pada tanggal merah hari libur Natal, sebanyak 29 relawan tetap antusias dalam membersihkan Kota Jogja dari sampah visual. Dari giat selama 40 menit tersebut, setidaknya 1 kantong sampah visual terdiri dari poster even hingga promosi usaha terkumpul, dan 17 spanduk kecil (ukuran 70x100 cm) ditertibkan. Spanduk-spanduk ini umumnya memuat informasi peninggi badan dan usaha waralaba ayam goreng.

Relawan Garuk Sampah dari Komunitas Sepeda Tinggi menggunakan sepedanya guna menjangkau spanduk kecil yang dipasang tinggi.

Relawan membersihkan sampah visual yang sudah menebal di salah satu bangunan kosong Simpang Jokteng Wetan.

Para relawan Garuk Sampah membersihkan sampah visual menempel di tiang-tiang Simpang Lowanu.

Bekti Maulana, Kopyordinator Garuk Sampah menggunakan kapak guna memutuskan kawat pengikat spanduk.

Sampah visual berupa poster dan promosi usaha mengotori penjuru Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setelah menggaruk di Simpang Lowanu, para relawan berinisiatif untuk menggaruk sampah di Simpang Pojok Beteng Wetan. Hal ini dikarenakan biasanya memasuki musim liburan, di simpang ini bertebaran spanduk-spanduk iklan properti, atau poster-poster even/promosi yang ditempel serampangan di dinding bangunan kosong. Setelah berpindah ke Simpang Jokteng Wetan, sampah visual yang terkumpul bertambah mencapai 3 kantong. Satu spanduk ucapan Selamat Hari Ibu dari salah satu partai politik pun ditertibkan karena telah melewati hari perayaan tersebut.

Alat terpakai:
  • 15 scrapper,
  • 1 kapak,
  • 1 scrapper modifikasi, dan
  • 2 semprotan air.

Donasi terkumpul:
Rp. 87.400,-