Rabu (11/3) malam minggu lalu, selepas melaksanakan giat ke-259 di Simpang Bugisan, beberapa kawan Garuk Sampah yang masih semangat dan belum mengantuk mengadakan patroli #mendadakgiat keliling kota. Patroli ini dilakukan dengan konvoi sepeda motor melewati RS PKU Yogyakarta, Pasar Kembang, Jembatan Kewek, hingga kawasan potensial #sampahiklan lain. Salah tempat potensial adalah di Simpang Empat Hotel Melia Purosani yang rupanya telah terpasang 8 spanduk tipe round tag dengan konten promosi QHomeMart dan Gojek. Dengan sigap kawan Garuk Sampah mencabut spanduk-spanduk tersebut. Meskipun telah mengantongi izin, kedelapan spanduk ini tetap melanggar aturan karena dipasang di tengah semak-semak tanaman pagar dan masih berjarak kurang dari satu meter kawasan terluar ruang milik jalan.

Kawan melepas spanduk round tag di depan Hotel Melia

Spanduk mengantongi izin, namun melanggar aturan pemasangan

Kawan Garuk Sampah membersihkan kawasan Pojok Beteng Wetan


Sepanjang giat hingga #mendadakgiat, obrolan soal potensi Covid-19 menjadi topik paling banyak dibicarakan antar relawan. Hal ini wajar karena para relawan peka dengan isu yang tengah berkembang dimana #coronavirus adalah patogen yang —meskipun tidak begitu mematikan— dapat menyebar dengan cepat. Yang patut dikhawatirkan justru bukanlah penyakitnya, melainkan bagaimana masyarakat dan pemerintah merespon adanya pandemi yang satu ini. Di beberapa kota, masyarakat yang mampu mulai melakukan panic buying dengan menimbun baik alat-alat kesehatan, obat-obatan, maupun bahan pangan. Di sisi lain, pemerintah kita memang sangat lambat dalam merespon penyakit yang sejatinya sudah diketahui sejak pertengahan Januari lalu. Alhasil, wajar apabila Covid-19 menjadi salah satu bahan perbincangan di kalangan para relawan, yang juga cemas karena informasi mengenai apa dan bagaimana menangani Covid-19 masih simpang siur. Bahkan tidak sedikit berita salah dan misinformasi bertebaran di internet.

Maklumat untuk Giat Berikutnya

Garuk Sampah meski hanya gerakan sederhana dengan landasan gotong-royong, kegiatan reguler bersih-bersih setiap Rabu malam biasa diikuti hingga 20 peserta. Peserta ini berasal dari daerah yang cukup luas. Ada kawan Garuk Sampah dari penjuru perkampungan di Kota Jogja, ada yang mengupayakan datang bersepeda dari Bantul, ada pula yang menyempatkan diri sepulang kerja dari Sleman, juga para mahasiswa perantauan dari daerah lain. Sedangkan disaat yang sama, Indonesia telah mengumumkan adanya kasus positif Covid-19. Apabila salah seorang kawan Garuk Sampah ada yang tertular meskipun tidak menunjukkan gejala apapun (asimptom), maka potensi penyebaran wabah akan jauh lebih luas. Apalagi tentu tiap kawan Garuk Sampah memiliki relasi dengan orang-orang tersayang dan ingin melindungi mereka. Oleh karena itu, sejak giat ke-259, Kopyordinator memutuskan untuk giat ke-260 dan selanjutnya akan dilaksanakan oleh Mas Kopyor dan Masmin saja hingga kondisi berangsur membaik.